ditulis oleh: Nyoman Dinda Sukmaningrum
Info Juras – Tepat pada awal bulan September, siswa kelas 8 SMP Negeri 12 Denpasar melakukan kegiatan lacak jejak atau yang disebut sebagai “Observasi” ke Subak Sembung untuk lebih lebih memperdalam mengenai ide-ide teknologi-teknologi pertanian yang sudah di rencanakan mereka. Subak Sembung merupakan hamparan sawah terluas di Denpasar. Subak ini memiliki luas sekitar 115 hektar, sehingga ini dibagi menjadi 4 bagian yang dimana masing-masing bagian terbagi lagi menjadi beberapa wilayah.
Pada tahun 2014, Subak Sembung di terbitkan oleh Wali Kota Denpasar sebagai Wisata Lingkungan atau biasa disebut dengan Eko Wisata. Di dalam Subak, terdapat banyak petani-petani dan pedagang yang sedang menjalankan kewajiban mereka untuk mencari nafkah. Anak Agung Ayu Tirtawati yang kerap di panggil Ibu Ayu ini merupakan salah satu pedagang yang ada di sekitar subak. Beliau sudah menjalankan profesi sebagai pedagang di Subak Sembung selama 10 tahun. Selama 10 tahun itu, Beliau sudah mencoba berbagai hal untuk ia jual. Seperti sayur kangkung, keripik, hingga snack. “Untuk sayur-sayuran yang saya jual itu berasal dari kebun saya sendiri. Saya memiliki wilayah sawah itu sekitar 7 hektar” ungkap beliau menjelaskan.
Dengan dilakukannya observasi pada kelas 8 ini, siswa SMP Negeri 12 Denpasar sudah bisa menikmati perjalanan mereka melewati sawah, kotor-kotoran, hingga bertemu dengan banyak petani yang memiliki pengalaman-pengalaman yang luas. “Semoga Subak Sembung bisa semakin maju, semakin berkembang, pertanian-pertanian yang di hasilkan juga semoga semakin maksimal, sehingga masyarakat di Bali bisa tertarik untuk berwisata kemari” ungkap Bu Ayu berharap.















