Sunarpos.com| Gianyar| Penguasaan lahan pertanian khususnya sawah bagi para petani di Bali termasuk di Subak Teba, Desa Kemenuh, Gianyar harus disiasati dengan pengelolaan usahatani yang semakin intensif dan terintegrasi. Demikian disampaikan oleh Gede Sedana selaku Rektor Dwijendra University pada acara diskusi dengan tajuk Membangun Agribisnis dalam Penguatan Subak dan Peternak yang diselenggarakan oleh Program Studi Agribisnis dan Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian dan Bisnis di Subak Teba, Kamis, 2 November 2022 yang dibuka oleh Kepala Desa Kemenuh, Dewa Nyoman Neka.
Diskusi dengan pendekatan partisipatif dan interaktif mampu merangsang para petani termasuk Koordinator BPP Kecamatan Sukawati, Nyoman Redana, SP. untuk memberikan respon dan pertanyaan-pertanyaan saat acara diskusi. Diskusi yang dipandu oleh Dr. Ir. Ni Ketut Karyati, MP. diawali dengan pernyataan Sedana bahwa pertanian yang Bahasa Inggrisnya agriculture agar memaknai pertanian sebagai proses produksi pertanian dan juga budaya pertanian. Pertanian intensif yang dimaksudkan oleh Sedana adalah memanfaatkan teknologi tepat guna dalam pengelolaan usahatani sawah petani seperti penggunaan benih unggul dan penggunaan pupuk sesuai rekomendasi yang disertai dengan pupuk organik. Pada kegiatan pertanian intensif, para petani anggota subak diharapkan mampu menurunkan atau menekan biaya produksinya sehingga menjadi lebih efisien, sementara produktivitasnya tetap tinggi, tegas Sedana yang didampingi oleh Dr. Nengah Surata Adnyana, SP. M.Agb sebagai Penyuluh Pertanian. Sedangkan pertanian terintegrasi yang dipaparkan oleh Sedana yang sekaligus sebagai Ketua HKTI Bali adalah memadukan kegiatan produksi antara pertumbuhan tanaman dan pengelolaan ternak, seperti sapi. Ternak yang dikenal sebagai livestock agar dipahami sebagai cadangan hidup dimana akan dapat memberikan tambahan penghasilan bagi para petani.
Oleh karena itu, Sedana mendorong agar para petani dapat melakukan integrasi pertanian secara intensif yang bermanfaat untuk tujuan ekonomis, yaitu tambahan pendapatan selain tujuan lainnya. Beberapa tujuan lain tersebut adalah kepentingan lingkungan, seperti tanah atau lahan yang dapat dikelola secara organik yang bersumber dari kotoran sapi, imbuh Sedana yang didampingi oleh Kepala UPTD Puskeswan Wilayah III Kabupaten Gianyar, drh. Nyoman Arya Dharma. (Win).
Rektor Dwijendra University Tekankan Berusahatani Intensif dan Integratif di Subak Teba, Kemenuh, Gianyar















