
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra, melaksanakan kegiatan Pelatihan Bahasa Inggris Berdasarkan Hasil Analisis Interferensi Bahasa bagi siswa SMK Negeri 2 Sukawati pada Senin, 13 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan membantu siswa mengenali dan mengurangi kesalahan berbahasa Inggris akibat pengaruh bahasa pertama (bahasa ibu).
Pelatihan yang dilaksanakan di Ruang Multimedia SMK Negeri 2 Sukawati ini diikuti oleh 38 siswa kelas X jurusan Perhotelan. Kegiatan dibuka oleh Ni Made Dwi Utari Pusparini, S.Pd., M.Li. selaku pembawa acara, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan tim pelaksana serta pemaparan materi inti oleh Komang Satria Wirasa, M.Hum. selaku narasumber utama.
Dalam sesi penyampaian materi, peserta diperkenalkan pada konsep language interference atau interferensi bahasa, yakni pengaruh struktur dan pola bahasa Indonesia terhadap penggunaan bahasa Inggris. Pemateri memberikan contoh konkret kesalahan umum yang sering dilakukan siswa, seperti penghilangan akhiran -s pada verba orang ketiga tunggal (“She go to school every day”) atau penghilangan to be dalam kalimat (“She beautiful”).
“Kegiatan ini kami rancang agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi kesalahan mereka sendiri secara sadar. Kesadaran linguistik ini sangat penting untuk meningkatkan keakuratan berbahasa Inggris, baik dalam konteks akademik maupun dunia kerja,” ujar Komang Satria Wirasa, M.Hum.
Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, kegiatan dilengkapi dengan game-based learning melalui permainan kartu (card games) berisi kalimat-kalimat dengan kesalahan gramatikal. Siswa diminta mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan yang terdapat pada kartu tersebut. Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan partisipasi siswa dan membuat proses belajar lebih menyenangkan.
Fasilitator Ni Wayan Swarniti, S.S., M.Hum. turut memberikan penguatan (reinforcement) berupa pujian dan hadiah simbolis bagi siswa yang berhasil memberikan jawaban dengan benar.

Sebelum kegiatan berlangsung, tim PkM yang terdiri atas dosen dan mahasiswa PBING FKIP Universitas Dwijendra telah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan menyiapkan berbagai kebutuhan pelatihan, mulai dari materi PowerPoint, lembar kegiatan, hingga desain permainan edukatif. Kegiatan diawali dengan penandatanganan kerja sama antara kedua lembaga sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pelatihan ini tidak hanya memperkuat kemampuan linguistik siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa kesalahan berbahasa merupakan bagian alami dari proses belajar. “Kami ingin siswa memahami bahwa kesalahan bukanlah hal yang perlu ditakuti, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang,” ungkap Ni Made Dwi Utari Pusparini, S.Pd., M.Li.
Kepala SMK Negeri 2 Sukawati menyambut baik kegiatan ini karena sejalan dengan visi sekolah dalam meningkatkan kompetensi siswa di bidang bahasa Inggris, khususnya dalam konteks dunia kerja perhotelan. “Kami sangat mengapresiasi kontribusi Universitas Dwijendra yang telah membantu memperkaya proses pembelajaran siswa kami melalui pendekatan yang kreatif dan aplikatif,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi, penyerahan sertifikat kepada peserta, dan pemberian apresiasi kepada siswa paling aktif. Tim PBING FKIP Universitas Dwijendra berencana untuk melanjutkan program serupa di sekolah-sekolah lain sebagai upaya berkelanjutan dalam peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di Bali.














