Beranda / Opini / PENTINGYA MELESTRIKAN BAHASA DAERAH

PENTINGYA MELESTRIKAN BAHASA DAERAH

Sunarpos.com| Opini| Indonesia dikenal sebagai negara yang multikultural dengan agama, suku, dan bahasa yang beragam. Keberagaman tersebut menjadi kekayaan dan kebanggaan bangsa. Sayangnya, banyak bahasa daerah yang punah karena penutur jatinya tidak ada. Jika tidak ditangani dengan serius, kekayaan tersebut akan lenyap dari Indonesia. Saat ini ada kecenderungan penutur jati bahasa daerah malu menggunakan bahasa daerahnya. Mereka lebih memilih Bahasa Indonesia sebagai Bahasa pengantar di rumah tangga. Bahkan, di daerah perkotaan, masyarakat memilih Bahasa asing (Inggris) sebagai bahasa pengantar di rumah.
Fenomena seperti ini tentu mengancam eksistensi Bahasa Daerah. Upaya pelestarian bahasa daerah perlu digiatkan agar kekayaan bangsa tetap terjaga meski menghadapi tantangan zaman. Upaya bisa dimulai dari rumah, memberi porsi penting muatan lokal di sekolah, hingga mendorong penggunaannya di lingkungan masyarakat.
Menurut Bapak I Wayan Aryawan, S.Si., M.Pd. pelestarian bahasa daerah perlu dilakukan untuk mencegah bahasa daerah punah. Ditegaskan pula, bahasa daerah sangat penting dipertahankan karena bahasa daerah merupakan identitas penutur jati bahasa daerah tersebut. Pemertahanan bahasa daerah hendaknya dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua jangan merasa malu memakai bahasa daerah sebagai pengantar di rumah tangga pungkas Dosen FKIP Universitas Dwijendra.
Sikap penutur bahasa jati suatu bahasa sangat menentukan kebertahanan bahasa daerah. Apabila sikap positif penutur bahasa daerah tidak ada, maka lambat laun bahasa tersebut terancam punah. Langkah yang paling baik dilakukan para orang tua adalah menjadikan anaknya sebagai bilingualis sejak dini. Bahasa daerah dipakai sebagai alat berkomunikasi di rumah tangga setelah anak lancar berbahasa daerah mulai diperkenalkan atau diajarkan bahasa Indonesia begitu sebaliknya. *)

*) Penulis

Yohanes Irwanto Abu
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, FKIP, Dwijendra University.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *