Pemanfaatan potensi lokal dalam melakukan pengembangan usahatani suatu komoditas pangan perlu dilakukan, apalagi potensi komoditas lokal tersebut telah mengalami kepunahan sehingga perlu dilestarikan dan dikembangkan seperti Jagung Gembal atau Sorgum khas Buleleng. Untuk itu pada hari sabtu, 22 April, 2023 Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Dwijendra melaksanakan pengabdian masyarakat berupa panen perdana dan penyuluhan komoditi sorgum atau jagung gembal di Br.Batu Makecuh, Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Acara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketua Komisi II DPRD Buleleng, BMI (Banteng Muda Indonesia) Buleleng, CV.Sari Sorgum,
Rektor Dwijendra University yang sekaligus ketua DPD HKTI Bali, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Perbekel Desa Pacung, Dekan FPB, Dosen FPB dan mahasiswa.
Acara diawali dengan panen perdana Sorgum dilapangan dan sekaligus memperkenalkan nya secara langsung. selanjutnya Perbekel Desa Pacung I Gede Kardiana dalam sambutannya berharap komoditi sorgum ini dapat mengganti pangan lokal jagung, kacang tanah, dan undis didaerah ini untuk menambah keuntungan petani. Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna,S.H. mengatakan tujuan daripada penanaman sorgum ini menuju buleleng mandiri pangan dan berkelanjutan, dengan memanfaatkan lahan kritis dan marginal, serta Pemerintah Daerah akan berupaya melakukan pendampingan sehingga petani akan tertarik menanam jagung gembal ini. Kadis Pertanian Buleleng Ir.Made Sumiarta berupaya mensinergikan program pilot projek ini dengan Kementerian Pertanian dengan melakukan aksi nyata dilapangan dengan berupaya tahap awal memanfaatkan lahan kering seluas 35.000 ha yang tersebar di kabupaten buleleng, serta akan terus melakukan pendampingan langsung di lapangan melalui PPL, termasuk melakukan perhitungan analisa usahatani.Ketua BMI yang sekaligus komisaris CV.Sari Sorgum Buleleng Dr.dr. Ketut Putra Sedana,Sp.OG. sebagai inisiator pengembangan Sorgum sangat antusias mengembangkannya. Hal ini dilatarbelakangi dengan permasalahan permasalahan pangan yang terjadi dibuleleng serta menceritakan bahwa
Keberadaan Jagung Gembal ini sangat unik karena dipakai sebagai ikon kota Singaraja dimana patung Singa Ambararaja mencekram jagung Gembal di kaki kanannya. Dimaknai bahwa sejak dulu sorgum ini sudah cocok untuk dibudidayakan di Buleleng. Sorgum ini juga memiliki manfaat mulai dari akar, batang, daun dan buah. Dekan FPB Dwijendra University Dr.
Ir.Ni Ketut Karyati,M.P. mengucapkan puji syukur karena bisa berperan dalam pengembangan sorgum ini sehingga mahasiswa memiliki nilai tambah pengetahuan tentang sorgum, sambil menekankan disamping budidaya penarapan pascapanen juga sangat penting untuk mencegah kehilangan susut hasil. Rektor Dwijendra University yang sekaligus ketua DPD HKTI Bali Dr.Ir.Gede Sedana, M.Sc.,M.M.A menyoroti pentingnya melakukan perhitungan keuntungan dalam bertani, memperkuat kelembagaan kelompoktani, serta pentingnya modal sosial seperti saling percaya, memiliki aturan yang baik serta memiliki komitmen. Gede Sedana juga berharap pentingnya peran pengusaha disamping membeli produk dengan harga yang bagus juga harus memiliki komitmen membantu secara teknis dalam melakukan budidaya untuk mendapatkan produksi dengan kualitas terbaik, sehingga memperoleh keuntungan, kalau sudah untung maka akan lebih mudah mengarahkan kelompok tani imbuhnya. Pemateri terakhir I Nengah Suparna yang merupakan Manager Proyek CV.Sari Sorgum lebih banyak memberikan penyuluhan secara teknis budidaya
mulai dari persyaratan tumbuh, teknologi produksi yang meliputi ketinggian tempat, pemilihan varietas , dan teknik budidaya baik, dengan tetap melakukan pencatatan tanam karena akan berpengaruh terhadap waktu pupuk, jenis hama penyakit yang menyerang, serta ketepatan waktu panen yang baik (Surata).
PENGEMBANGAN KOMODITAS JAGUNG GEMBAL MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN BERKELANJUTAN















