Beranda / Berita / Membangun Sistem Pangan yang Tangguh Menuju Ketahanan Pangan

Membangun Sistem Pangan yang Tangguh Menuju Ketahanan Pangan

Sunarpos.com| Denpasar| Sistem pangan global dan nasional harus menjadi perhatian utama bagi kita bersama jika kita hendak mewujudkan ketahanan pangan dan kedaulatan pangan baik di Bali maupun Indonesia. Demikian disampaikan oleh Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.MMA selaku Rektor Dwijendra University pada saat mempresentasikan gagasannya pada acara Dialog TANTANGAN DAN SOLUSI MENGHADAPI KRISIS PANGAN DI BALI yang diaelenggarakan oleh ATNews di Dalung, Senin, 15 Agustus 2022.
Beberapa input kritis yang diungkapkan adalah membangun pertanian, khususnya pangan perlu dimulai dari mengindentifikasi masalah dan para aktor pasar yang tercakup dalam supply chains komoditas pangan tertentu. Aktor-aktor tersebut adalah mereka yang memiliki peran dari hulu sampai di hilir, seperti industri penyedia sarana produksi dan alat serta mesin pertanian, petani dan kelompoknya, industri pengolahan, jasa transportasi, industri kemasan dan pemasaran. Para aktor pasar yang menjadi bagian dari supply chains akan dapat menjalankannya secara baik memerlukan dukungan regulasi dari pemerintah sehingga menjadi faktor pelancar dalam membangun sistem pangan.

Selain itu, Gede Sedana yang juga sebagai Ketua HKTI Bali kembali menegaskan agar dibikin “production mapping” yang terkandung beberapa aspek, diantaranya adalah luas lahan komoditas pangan tertentu, jadwal tanam dan panen, prediksi produksi dalam satuan bulan selama satu tahun atau beberapa tahun ke depan, prediksi konsumsi dalam satuan bulan selama satu tahun atau beberapa tahun ke depan, pasar komoditas, prediksi harga dan lain sebagainya. Mapping atau pemetaan produksi ini dapat dilakukan secara bersama- sama antara pemerintah, non-pemerintah, akademisi, petani yang akan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat khususnya tentang informasi yang berkenaan produksi, harga dan distribusinya.
Saat ini nerupakan momen yang baik bagi kita bersama terlebih lagi Gubernur Bali telah memprioritaskan sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi kerthi Bali dengan visinya nangun sat kerthi loka Bali, imbuhnya. [Win]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *