Beranda / Pendidikan / Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Bisnis, Dwijendra University Menerapkan Roof Garden

Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Bisnis, Dwijendra University Menerapkan Roof Garden

Pengelolaan pertanian dalam skala kecil atau rumahan masih menjadi salah satu potensi yang tinggi untuk memperoleh produk pertanian yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama dalam skala rumah tangga. Fakultas Pertanian dan Bisnis, Dwijendra University telah berkali-kali melakukan palikasi teknologi yang sangat sederhana untuk membudidayakan tanaman pada lahan-lahan yang relative sempit. Beberapa jenis komoditas yang telah berkali-kali diimplementasikan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian dan Bisnis adalah penanaman mentimun, terong, cabe, sayur hijau dan jenis tanaman lainnya yang produknya dapat langsung dinikmati oleh mahasiswa dan juga para dosen. Hal tersebut disampaikan oleh Gede Sedana selaku Doses Fakultas Pertanian dan Bisnis di sela-sela panen mentimun yang dibudidayakan oleh mahasiswa Jumat, 18 Pebruari 2022 di lantai 2 Gedung Utama Dwijendra University.
Gede Sedana yang juga Rektor Dwijendra University merasa bangga karena mahasiswa benar-benar dapat memahami dan mengaplikasi teknologi budidaya tanaman dengan menggunakan tempat atau ruang yang ada. Menurutnya, pengembangan pertanian yang sedemikian merupakan salah satu bagian dari roof garden, yaitu taman atau kebun yang dibangun di atas gedung.
Gede Sedana yang pernah menjadi Dekan Fakultas Pertanian, Dwijendra University menggagas pembentukan roof garden sejak 2010 lalu dengan berbagai pertimbangan baik dari aspek akademik maupun lingkungan. Dari sisi akademik, pengelolaan roof garden merupakan aplikasi teknologi budidaya pada lahan-lahan yang sangat relatif sempit dan memberikan manfaat ekonomis serta non-ekonomis bagi pengelolanya. Mahasiswa secara langsung dapat melakukan pembelajaran di antaranya adalah pemilihan varietas tanaman, kesuburan tanah, pemupukan khususnya organik, pengendalian hama dan penyakit, serta nilai ekonomisnya. Kondisi ini sangat perlu dilakukan karena roof garden menjadi pilihan bagi warga masyarakat khususnya di perkotaan yang sangat sulit untuk memiliki lahan pertanian di halaman atau pekarangan rumahnya.
Gede Sedana menambahkan bahwa manfaat roof garden adalah dapat memberikan perlindungan terhadap bagian-bagian dari bangunan yang dimanfaatkan. Selain itu, keberadaan roof garden dapat menurunkan suhu udara secara mikro karena vegetasi atau tanaman yang dibudidayakan menghasilkan oksigen dan sekaligus memberikan kesejukan lingkungan. Dalam skala yang lebih besar, penerapan roof garden juga dapat mengurangi tingkat kebisingan karena tanaman-tanaman tersebut dapat mengurangi pantulan suara dan meredam suara bising. Bahkan, roof garden memiliki fungsi sebagai habitat alami bagi beberapa jenis hewan tertentu. Dengan demikian, keberadaan roof garden dapat memiliki multifungsi bagi pengelola atau pemilik Gedung termasuk rumah tangga, Imbuh Gede Sedana. (Dirga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *