Oleh :
Ni Putu Nila Mahaswari
Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Universitas Dwijendra

Sunarpo.com | Opini | Penggunaan Artificial Intelligence yang biasa disingkat AI atau kecerdasan buatan begitu melonjak di era globalisasi 5.0 ini. Saat ini, artificial Intelligence sendiri sudah sampai di berbagai sektor dunia seperti pendidikan, bisnis, industri, medis, dan lain sebagainya. Awal dari era revolusi industri 4.0, kehadiran artificial Intelligence telah digadangkan akan menjadi teknologi yang memudahkan manusia melakukan suatu pekerjaannya di masa depan. Namun, sejatinya apa itu artificial intelligence?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), artificial intelligence yang disingkat dengan AI atau kecerdasan buatan adalah program komputer dalam meniru kecerdasan manusia, seperti mengambil keputusan, menyediakan dasar penalaran, dan karakteristik manusia lainnya. Sementara menurut Bellman (1978), artificial intelligence adalah otomasi aktivitas yang berhubungan dengan proses berpikir, pemecahan masalah, dan pembelajaran (Kompasiana, 2022). Dengan kecanggihan yang dimiliki artificial intelligence tentu akan sangat membantu manusia dalam meringankan pekerjaan mereka.
Keberadaan artificial intelligence sendiri telah banyak membantu manusia dalam berbagai bidang, contohnya para pelajar ataupun mahasiswa yang terbantu oleh keberadaan artificial intelligence dengan menjadi referensi untuk menyelesaikan tugas-tugas mereka. Ada juga para pekerja yang berkecimpung di dunia kreatif terbantu membutuhkan ide baru untuk project mereka. Begitu juga para usahawan yang terbantu untuk menjalankan bisnisnya mau itu dari segi branding product, design product, technic marketing, dan lain sebagainya. Banyak hal yang mampu dilakukan oleh artificial intelligence sendiri untuk meringankan pekerjaan manusia.
Namun, dibalik kenikmatan dan kemudahan yang ditawarkan oleh kecanggihan artificial intelligence ini, tidak menutup kemungkinan terdapat ancaman yang selalu ada dan kapan saja bisa menerjang manusia di masa depan seiring dengan meningkat pesatnya penggunaan dan perkembangan dari artificial intelligence. Dari yang awalnya merupakan sebuah inovasi teknologi dari manusia untuk manusia dalam membantu pekerjaan, lambat laun pekerjaan manusia justru diambil alih oleh artificial intelligence itu sendiri dan membuat pekerjaan manusia jadi tak berarti lagi di hadapan artificial intelligence.
Contohnya di beberapa industri, yang awalnya memperkerjakan manusia kini telah tergantikan oleh mesin-mesin yang menjalankan teknologi dari artificial intelligence. Tidak hanya itu, ada pula kejahatan pelanggaran privasi terjadi pada siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Data privasi seseorang bisa saja diretas jika artificial intelligence dipergunakan untuk tindakan kriminal. Bahkan kini artificial intelligence telah berkembang dan mampu mengganti presensi manusia dengan meniru wajah, suara, dan bahkan karakter dari seorang manusia. Hal ini tentu akan menjadi masalah serius apabila dibiarkan begitu saja.
Lahirnya keberadaan artificial intelligence di tengah kehidupan manusia, apalagi di era revolusi industri 5.0 sangatlah membantu meringankan berbagai macam keresahan maupun pekerjaan manusia. Namun dibalik itu semua juga ada begitu banyak bahaya dari artificial intelligence yang dapat mengancam masa depan manusia. Di masa perkembangan teknologi yang semakin canggih ini, kita sebagai manusia sudah seharusnya waspada terhadap penggunaan teknologi artificial intelligence ini. Memang benar adanya jika tidak mudah untuk mengontrol orang-orang agar tidak menggunakan artificial intelligence untuk sebuah tindakan kejahatan. Tapi satu-satunya hal yang bisa kita lakukan adalah mempergunakan inovasi teknologi tersebut dengan sebijak dan sebaik mungkin.
Ni Putu Nila Mahaswari
Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Universitas Dwijendra













