Beranda / Berita / Bersama  Unisma,  FPB Dwijendra University Laksanakan benchmarking serta Kaji  Pengembangan Bisnis Inklusif Produk Pertanian

Bersama  Unisma,  FPB Dwijendra University Laksanakan benchmarking serta Kaji  Pengembangan Bisnis Inklusif Produk Pertanian

Sunarpos.com| Malang| Dalam lawatannya ke Malang,  pada hari ini (24/2/2023) Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) Dwijendra University  mengunjungi  Universitas Islam Malang (Unisma).  Rektor Dwijendra University, Bapak  Dr.Ir.Gede Sedana,M.Sc.,M.M.A. turut hadir dalam kunjungan tersebut dan disambut langsung oleh Rektor UNISMA  Malang  Prof.Dr.Ir.Maskuri,M.Si.   diruang seminar KH.Hasyim Asyari,gedung Usman Bin Affan lantai 7 Universitas Islam Malang.  Dalam kujungan ini, acara diawali dengan penandatangan MoU antara Rektor Dwijendra Univeristi dengan Rektor Unisma, dan  dilanjutkan dengan penandatangaanan perjanjian kerjasama Implementasi Arragement (IA) antara  Dekan Fakultas Pertanian dan Bisnis Dwijendra University dengan Dekan Fakultas Pertanian Unisman serta benchmarking antar prodi Agribisnis dan antar prodi Agroteknologi

Dalam sambutannya Bapak  Dr. Ir. Gede Sedana,M.Sc.,M.M.A, sangat mengapresiasi keadaan kampus Unisma yang atmosfer akademiknya sangat luar biasa, serta pihaknya sangat mendukung visi dan misi Unisma yang berbasis budaya  menuju Word Class University.  Rektor Unisma,  Prof.Dr. Ir.Maskuri, M.Si. mengungkapakan MoU yang telah ditandatangani ini agar segera  diimplementasikan dilapangan sesuai dengan kompetensinya masing-masing sehingga terwujud peningakatan mutu akademik dan pengembangan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi .

Setelah penandatangan  MoU, acara dilanjutkan dengan  kuliah tamu dari dosen-dosen fakultas pertanian yang ahli dibidang pertanian yang mengakat tema “Pengembangan Bisnis Inklusif Produk Pertanian”. Kuliah tamu yang dimoderatori oleh Hadi Apriliawan,S.Tp, M.P. ini menghadirkan tiga orang narasumber, diantaranya:  Dr.Ir.Gede Sedana,M Sc.M.M.A. dari Dwijendra University, Dr.Ir.Bambang Siswadi,M.P., dan Ir. M.N.Sujoni,M.P dari Unisman.

Bapak Gede Sedana memaparkan tentang bisnis inklusif kopi yang melibatkan stakholder dalam model pengembangan bisnisnya sehingga dapat meningkat perekonoian dan pendapatan petani.

“Kopi selama ini telah berkontribusi terhadap devisa negara, dan komoditi perkebunan yg menjadi andalan utk peningkatan perekonomian, maka diperlukan model dalam membangun bisnis kopi dengan melibatkan LSM,perguruan tinggi,pemerintah, kelompok tani, koperasi petani dan eksportir sehingga terciptanya peningkatan perekonomian dan pendapatan petani menjadi lebih baik, terlepas dari permasalahan dan kendala yg dihadapi”, ujar Ketua HKTI Bali ini.

Sedangkan Bapak Dr.Bambang Siswadi menyoroti masalah agribisnis kedelai yang selama ini terjadi kesenjangan anatar potensi dengan realitas yang terjadi dilapangan.

“Permasalahan yang ada selama ini yaitu seperti pasar infut masih , usahatani (on farm), agroindustri, dan pemasaran yg masih rendah dan menjadi kendala, sehingga perlu dilakukan terobosan utk mengatasinya seperti penyediaan benih kedelai yg baik, pupuk organik, pestida yg baik pula. Hal ini akan membantu petani meningkatkan produktivitas yg selama ini menjadi kendala utama”, ungkapnya.

Pemakalah terakhir, Bapak Ir. M.N.Sujoni,M.P memaparkan materi tentang  pengembangan starp up agribisnis.

“Pengembangan ini dilakukan melalui smart farming merupakan penerapan pertanian yg berbasis teknologi, platform untuk penjualan secara oneline, penggunaan drone dalam melakukan usahatani, bioteknologi, dan penggunaan robot .  Namun, penerapan start up tersebut tidaklah mudah perlu pelatihan dan magang dalam penerapan pada tingkat petani serta peran pemuda tani”, tuturnya. [Win]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *