Program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali pada tahun ini akan memberikan bantuan 10.000 bibit jeruk keprok Tejakula kepada para petani jeruk di Tejakula (Buleleng) dan sekitarnya merupakan angin segar bagi para petani di kawasan Kecamatan Tejakula. Demikian disampaikan Rektor Dwijendra saat sedang memelihara tanaman di kebunnya Jumat, 13 Januari 2023.
Kawasan Bali Utara, khususnya di Kecamatan Tejakula memiliki potensi yang sangat bagus untuk pengembangan tanaman hortikultura, seperti jeruk keprok. Kondisi ini telah ditunjukkan oleh kegemilangan tanaman jeruk keprok di Kecamatan Tejakula pada tahun 1970an hingga pertengahan 1980, ungkap Sedana. Kegemilangan tanaman jeruk tidak semata-mata terlihat dari pertumbuhan dan produktivitas tanaman jeruk, tetapi juga memberikan dampak sosial ekonomi yang sangat bagus bagi masyarakat. Bahkan, pengembangan tanaman jeruk tersebut dapat menjadi magnet bagi sektor-sektor lainnya untuk ikutan semakin bertumbuh. Kesempatan berusaha dan kerja bagi warga masyarakat menjadi sangat terbuka sehingga sangat menekan pengangguran, misalnya jasa panen atau petik buah, jasa angkut buah, jasa sortasi termasuk keleder atau kurir, imbuh Sedana yang pernah menjadi Dekan Fakultas Pertanian, Dwijendra University. Selain itu, industri dan kerajinan rumah tangga juga semakin berkembang melalui penyediaan kerajang jeruk dengan berbagai ukuran, petik kemas kayu untuk jeruk dan bentuk lainnya. Usaha transportasi darat dari titik-titik pergudangan buah jeruk menuju setra pemasaran, seperti Surabaya, Solo, dan Jakarta juga memperoleh manfaat yang sangat signifikan, termasuk para “makelar” atau komisioner truk juga mendapatkan keuntungan.
Oleh karena itu, saya selaku akdemisi yaitu Rektor Dwijendra University sangat menyambut baik atas perhatian yang sangat tinggi pemerintah Provinsi Bali, yaitu Dinas Pertanian dan TP PKK yang telah menyiapkan programnya untuk membangkitkan kembali pengembangan jeruk keprok di Kecamatan Tejakula, seperti penyediaan bibit dan sarana produksi lainnya, yaitu pengendali hama dan penyakit. Gede Sedana yang juga Ketua DPD HKTI Bali memberikan apresiasi kepada pemerintah atas atensinya, dan tentunya program ini agar disertai dengan pendampingan, monitoring dan evaluasinya secara intensif kepada mayarakat petani guna tetap menjaga kaidah-kaidah teknik budidaya tanaman jeruk keprok secara baik dan benar. Bahkan saya sendiri telah menyediakan lahan untuk penanaman jeruk keprok di Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, kata Sedana.(Desed)
Bangkitkan Gemilang Jeruk Keprok Tejakula















