Rektor Dwijendra University Angkat Komunikasi Berperspektif Budaya Bali

Sunarpos.com| Denpasar| Sebagai tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangi antara Politeknik Statistika STIS dengan Dwijendra University, kedua belah pihak sepakat mengadakan kerjasama pada kegiatan Seminar Etika Komunikasi dan Wawancara II PKL D-4 Politeknik Statistika STIS yang diselenggarakan secara virtual pada hari Jumat 23 Pebruari 2024.
Strategi dan teknik atau communication skills sangat penting untuk dikuasai oleh seseorang termasuk mahasiswa D-4 Politeknik Statistika STIS yang akan melakukan PKL ke Bali. Demikian disampaikan oleh Rektor Dwijendra University, Gede Sedana dalam presentasinya pada acara Seminar Etika Komunikasi tersebut yang mengambil tema Strategi Komunikasi dan Wawancara yang Efektif Berdasarkan Perspektif Budaya Bali.

Direktur Politeknik Statistika STIS Dr. Eni Tri Astuti, M.Math. dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penguasaan komunikasi yang berbasis budaya dalam pelaksañaan wawancara bagi mahasiswa yang akan diterjunkan ke Bali dalam bentuk PKL. Bali merupakan salah satu daerah yang memiliki keunikan budaya selain sebagai daerah tujuan wisata, sehingga para mahasiswa perlu dibekali pengetahuan yang berkaitañ dengan komunikasi berperspektif budaya Bali, mengingat mereka berasal dari berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia. Ibu Direktur menghaturkan terima kasih atas kesediaan Rektor Dwijendra University untuk menjadi nara sumber pada kegiatan seminar tersebut.
Dalam presentasinya, Sedana mengungkapkan komponen-komponen penting dalam proses komunikasi yang sekaligus harus diperhatikan agar dapat terwujud efek yang diharapkan sehingga komunikasi dapat berjalan secara efektif. Selain itu, dikupas juga berbagai hambatan dalam komunikasi termasuk kemungkinan-kemungkinan yang bakal ditemui di lapangan oleh mahasiswa saat melakukan wawancara.

Secara spesifik, Sedana yang memiliki pengalaman lapangan bersama warga masyarakat juga menyampaikan nilai budaya Bali yang harus diperhatikan oleh mahasiswa sebelum dan saat melakukan wawancara. Salah satu budaya yang diangkat adalah tri hita karana sebagai filosofi masyarakat Bali. Filosofi tersebut harus dapat dipahami oleh mahasiswa agar tidak terjadi kesalahpahaman atau masalah sosial saat wawancara dengan warga masyarakat yang dipilih menjadi responden dan masyarakat di sekitarnya, imbuh Sedana.
Direktur Politeknik Statistika STIS juga mengharapkan agar Rektor dan jajarannya dapat mengikuti kunjungan lapangan saat kegiatan PKL diselenggarakan di Bali. (Maulin).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *