Dwijendra University Selenggarakan Webinar tentang Kemiskinan Perdesaan

Sunarpos.com| Denpasar| Dalam rangka memperingati HUT ke-71 Yayasan Dwijendra, Universitas Dwijendra menyelenggarakan Webinar “Strategi Membangun Desa untuk Mengentaskan Kemiskinan” ,pada Kamis, 25 Januari 2024 . Webinar yang diselenggarakan menghadirkan narasumber yaitu
Prof. Dr. Ir. I Dewa Putu Oka Suardi, M.Si. (Guru Besar Universitas Udayana), dan Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.MMA. selaku Rektor Dwijendra University.


Prof. Oka Suardi menyampaikan strategi pembangunan desa terpadu, yang diantaranya adalah peningkatan kapasitas aparatur desa, penataan desa, pengembangan ekinomi, pelayanan dasar, pendampingan dan pembinaan dan pengawasan. Oka Suardi juga menjelaskan bahwa diperlukan oendamping desa untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi berbagai potensi, masalah dan kemudian merumuskan kebutuhan serta alternatif solusi yang dibutuhkan dalam membangun desa. Selain itu, pengembangan desa wisata, desa digital, produk unggulan desa juga harus dikembangkan secara ekonomis, tambah Oka Suardi. Bahkan secara tegas disebutkan juga strategi pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, pembangunan prasarana dan sarana, dan pengembangan kelembagaan.

Sementara itu, pada Webinar yang dipandu oleh moderator yaitu Dr. Intan Maulina terungkap juga beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mengentaskan kemiskinan perdesaan tersebut. Seperti yang dipresentasikan oleh Gede Sedana tentang pengentasan kemiskinan melalui kemitraan bisnis pertanian guna meningkatkan pendapatan petani dan penduduk desa.

Kemitraan bisnis pertanian yang dibangun agar didasarkan pada sistem agribisnis di dalam satu framework pembangunan pertanian inklusif. Sedana mengungkapkan juga perlunya peran pemerintah dalam memperkuat kemitraan bisnis untuk mendorong investor dalam membangun industri hulu dan hilir di perdesaan. Harapannya adalah selain menjamin integrasi dan sinergi antara pertanian dan industri, pola ini akan dapat membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat perdesaan dan mendorong kelancaran arus perekonomian perdesaan sehingga pendapatan petani dan masyarakat dapat ditingkatkan. Sebagai konsekuensinya kemiskinan perdesaan dapat diturunkan, ungkap Sedana. (Maulin)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *