PKL Fakultas Pertanian dan Bisnis, Dwijendra University di Unisma, Malang: Meningkatkan Soft Skill

Fakultas Pertanian dan Bisnis, Dwijendra University menyelenggarakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ke Malang pada tanggal 23 sd 25 Pebruari 2023 sebagai salah syarat dalam penyelesaian tugas akhir. Demikian disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian dan Bisnis, Dr. Ir. Ni Ketut Karyati,M.P. saat mendampingi kunjungan mahasiswa di Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang (Unisma) dan Wisata Agro Kusuma, Batu.
Mahasiswa FPB Dwijendra University merasakan terlatih secara langsung untuk berinteraksi dengan sivitas akademika Fakultas Pertanian Unisma dalam bentuk kegiatan Kuliah Tamu yang bertemakan Pengembangan Bisnis Inklusif Produk Pertanian, dengan nara sumber Dr. Bambang Iswadi , MP., Ir. Moch. Noerhadi Sudjoni, MP., dan Ir. serta Dr. Ir. Gede Sedana, MSc. MMA. Antusias yang sangat tinggi ditunjukkan oleh mahasiswa baik dari Dwijendra University maupun Unisma di dalam mengikuti kuliah tamu dengan disampaikan berbagai pertanyaan dan respon terhadap materi yang disampaikan oleh nara sumber. Yonatan Wada salah satu mahasiswa FPB mengakui dengan bangga bahwa kegiatan PKL ini sangat memberikan kontribusi yang nyata dalam peningkatan wawasan dan sift skillnya terutama dalam berkomunikasi secara ilmiah. Kegiatan PKL ini memberikan keberanian saya dalam menyampaikan pertanyaan dan tanggapan, ungkapnya didampingi oleh kawannya dari Prodi Agroteknologi.
Terlebih lagi, PKL yang diselenggarakan ini dikemas juga dalam bentuk kunjungan ke lokasi wisata agro yang sekaligus memberikan tambahan wawasan mahasiswa dalam mempelajari pertanian dalam arti luas seperti pengembangan wisata agro, kata Marsiana Ratna Sari yang disambut riang oleh kawan-kawannya dari Prodi Agribisnis. Mahasiswa dapat melihat secara langsung pengelolaan usaha pertanian, mulai dari hulu, onfarm (produksi) sampai pada di hilir, seperti panen, pegolahan, kemasan, branding dan pemasaran produk pertanian.
Rektor Dwijendra University, Gede Sedana, mengungkapkan bahwa mahasiswa sebelum menjadi sarjana harus dibekali dengan soft skill yang akan sangat bermanfaat bagi mereka dalam mengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dipelajarinya. Sarjana Pertanian harus disiapkan sejak awal untuk dapat berkontribusi di masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat lainnya, imbuh Sedana yang juga Ketua DPD HKTI Bali. (Maulin)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *