Dwijendra University Gelar PKKMB Hari Ini, Ketua Yayasan: Sambut Langsung Mahasiswa Baru

Sunarpos.com| Denpasar| Dwijendra University bersiap menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2022/2023 melalui serangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Tahun ini, untuk tahun ini Dwijendra University menggelar PKKMB secara tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. PKKMB dilaksanakan selama tigah hari, yang dimulai pada Jumat, 9 September 2022 hingga 11 September 2022 dengan mengusung tema ”Mewujudkan Mahasiswa Unggul Dan Berprestasi Melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka”. Pemilihan tema tersebut karena menilai kegiatan PPKMB mensosialisasikan pengimplementasian kegiatan MBKM kepada mahasiswa baru sebgai upaya pembentukan generasi muda yang unggul dan memiliki prestasi terbaik di bidang akademik riset, pengabdian masyarakat, dan kemahasiswaan.
Rangkaian PKKMB akan terdiri dari pembekalan dari Ketua Yayasan dan rektor Dwijendra University, Pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Pengenalan Sistem Akademik Universitas dan Fakultas, dan ditutup dengan kegiatan pengabdian masyrakat di Pantai Mertasari, Sanur. Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) merupakan agenda tahunan untuk memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Ketua Yayasan Dwijendra, Bapak Dr. I Ketut Wirawan, S.H.,M.Hum menyambut langsung kehadiran mahasiswa baru Dwijendra University dan memberikan motivasi untuk selalu berprestasi sesuai dengan minat dan bakatnya. Untuk mencapai hal tersebut, Bapak ketua yayasan senantiasa akan selalu mensuport kegiatan-kegiatan mahasiswa dengan menyediakan fasilitas-fasiltas penunjang. Selain itu, dalam sambutannya Ketua Yayasan menekankan tiga nilai budaya dalam pradigma pembelajaran di kampus yaitu: Tri Kaya Parisudha, Catur Guru dan Tri Hita Karana.
. “Tiga nilai budaya ini menjadi penekanan meskipun ada banyak nilai-nilai budaya yang lainnya. Konsep Tri Kaya Parisuda sebagi landasan dalam pengembangan sikap dalam pergaulan sehari-hari, yaitu : berbicara yang baik (wacika), berpikir yang baik (manacika) dan berbuat yang baik (kayika) terhadap orang lain, sedangkan konsep Catur Guru menurut budaya agama Hindu, yakni Orang Tua (Guru Rupaka), Guru di Sekolah (Guru Pengajian), Pemerintah (Guru Wisesa) dan Tuhan yang Maha Esa (Guru Swadhyaya). Sedangkan Konsep Tri Hita Karana, yang memiliki nilai universal yang prinsip sederhananya membangun keharmonisan antara masnusia dengan Tuhannya, hubungan baik dengan sesamanya, serta hubungan baik dengan lingkungan atau alamnya. Harapannya dengan memahami konsep-konsep tersebut, para lulusan Dwijendra University memiliki soft skill yang memadai dalam menunjang karirnya”, ujar Wirawan mantan Rektor Dwijendra ini.

Sementara itu, Gede Sedana selaku Rektor Dwijendra University menekankan pada penguasaan teknologi dan digitalisasi pada diri sivitas akademika, yaitu mahasiswa baru sejak awal masuk di Dwijendra. “Seluruh kegiatan akademik dan non-akademik termasuk kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus diinout dalam sistem yang telah dibangun oleh Kementerian dan LLDKTI. Oleh karena itu, mahasiswa baru didorong untuk mengikuti perkembangan dunia akademik saat ini sekaligus mengenali merdeka belajar dan kampus merdeka”, imbuh Sedana.

Sesuai panduan, pelaksanaan PKKMB diharapkan menjadi wahana penanaman 5 (lima) program gerakan nasional revolusi mental yaitu Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri, dan Indonesia bersatu. Melalui PKKMB mahasiswa kelak akan menjadi alumni perguruan tinggi yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air, dan berdaya saing global. [Win]

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *