Pendidikan: Mengembangkan Pola Pikir Untuk Mewujudkan Solidaritas Bangsa.

Oleh: Mahasiswa Prodi PPKn Semester II
(Hieronimus Rivain udu)

Salam Pancasila
Pendidikan merupakan pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan kelompok orang yang diturunkan atau diwariskan dari suatu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, pengalaman, dan penelitian dalam membentuk karakter seseorang sebagai mahkluk yang cerdas (homo sapiens) dan mahkluk social (zoon politicon).
Kecerdasan yang diperoleh melalui pendidikan diharapkan mampu mengikis atau mengurangi kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan dalam kehidupan sosial. Mengingat keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterampilan seseorang dapat menjadikan sebagai manusia yang gagal dalam menghadapi tantangan dan mengatasi problematika yang dijumpainya dalam bermasyarakat.
Untuk sampai pada kecerdasan tersebut, pembelajaran sebagai bagian dari pendidikan merupakan suatu unsur yang utama. Pembelajaraan adalah sebuah interaksi antara siswa sebagai perserta didik dan guru sebagai pendidik dan juga interaksi antara siswa dalam proses belajar mengajar harus diarahkan untuk membangun pola pikir dalam kaitannya hidup bersama. Dalam proses itu, kita dapat mengetahui bagaimana potensi yang dimiliki dalam mengatasi permasalahan yang ada. Disinilah pendidikan diharapkan dapat menghasilkan kecerdasan tidak hanya secara intelektual, spiritual, emosional, tetapi juga secara social, utamanya dalam membangun solidaritas hidup bersama.
Membangun solidaritas melalui pendidikan menjadi semakin penting ditengah kondisi keberagaman Indonesia. Pembelajaran harus sudah mulai arahkan untuk membentuk pola pikir yang menghargai kebersamaan di tengah perbedaan. Seandainya muncul permasalahan, maka pola pikir yang terbentuk melalui pembelajaran yang mengedepankan solidaritas akan membantu peserta didik dalam bersikap. Keputusan yang diambil peserta didik dimasa depan, setidaknya bersumber dari pemikiran yang matang dan jauh dari kesan kepentingan pribadi. Pola pikir seperti ini dapat memberikan pemahaman kepada peserta didik, bahwa kita hidup ditengah masyarakat dengan tujuan menjaga kebersamaan dan solidaritas.
Perkembangan pola pikir dalam dunia pendidikan untuk mewujudkan unjuk rasa solidaritas juga dapat memberi manfaat yang besar bagi kehidupan manusia untuk mencapai tujuan. Suatu kebijakan mengenai pengadaan dan penggunaan sistem kepribadian seseorang melalui wadah untuk menciptakan sebuah pemikiran dan pemahaman bahwa kebebasan untuk melakukan hal yang harus kita ketahui bersama dalam membentuk rasa solidaritas yang penting bagi kehidupan kita .
Maka setiap orang ingin mendapatkan penilaian yang baik dari sudut sikap , pengetahuan dan pola pemikiran untuk mewujudkan unjuk rasa solidaritas guna mengembangkan potensi diri setiap manusia untuk mencapai tujuan dan memiliki unsur karakter yang baik dan benar serta pola pikir yang cerdas , kreatifitas setiap diri seseorang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *